Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia IAIN Lhokseumawe Ukir Prestasi di Kancah Nasional

www.iainlhokseumawe.ac.id – Sebanyak tiga mahasiswa dari Jurusan Tadris Bahasa Indonesia (TBIn) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe sukses meraih prestasi membanggakan di kancah nasional.

Mahasiswa tersebut di antaranya Naufa Rayluna dan Nurul Fitri mengukir prestasi di ajang kompetisi penulisan artikel standar kemahiran berbahasa indonesia yang digelar oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Yang dilaksanakan pada tanggal 6 september 2024 lalu, Kegiatan ini mengangkat tema “Standar Kemahiran Berbagai Profesi” dan bertujuan untuk meningkatkan peran bahasa Indonesia di berbagai sektor profesional.

Naufa Rayluna menulis artikel berjudul “Peningkatan Standar Kemahiran Berbahasa Indonesia pada Guru Bahasa Indonesia dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka,” yang membahas pentingnya kemampuan berbahasa bagi guru dalam mendukung kurikulum yang fleksibel dan responsif.

Sedangkan Nurul Fitri mengangkat topik “Pentingnya Peringkat Unggul Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Jurnalis untuk Meningkatkan Kualitas Bahasa,” yang menyoroti pentingnya kemahiran berbahasa untuk meningkatkan kualitas jurnalisme.

Artikel yang terpilih dalam ajang ini akan dibukukan dan menjadi acuan dalam pembaruan kebijakan bahasa nasional, memperlihatkan kontribusi langsung mahasiswa IAIN Lhokseumawe dalam pengembangan standar kebahasaan Indonesia.

Kemudian, Nurfadilla berprestasi di kompetisi esai inkubator literasi pustaka asional Aceh 2024. Mahasiswa IAIN Lhokseumawe, berhasil menempatkan karyanya sebagai salah satu dari 15 esai terbaik dalam ajang Inkubator Literasi Pustaka Nasional Aceh 2024.

Dengan tema “Ragam Kearifan Lokal di Aceh sebagai Warisan Masa Depan,” esai Nurfadilla yang berjudul “Tradisi Peucicap Aneuk sebagai Warisan Budaya Aceh” diakui oleh juri sebagai karya yang mampu menggambarkan kekayaan tradisi Aceh dengan perspektif mendalam.

Sebagai bentuk apresiasi, Perpustakaan Nasional akan membukukan karya tersebut sebagai dokumentasi literasi lokal. Nurfadilla menyampaikan rasa syukur dan berharap esainya bisa menginspirasi generasi muda Aceh untuk melestarikan tradisi daerah. Kompetisi ini juga menunjukkan upaya Perpusnas dalam melestarikan budaya lokal di tengah arus globalisasi. (AR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *